Wow, Dosen UNIPMA - NEUST Jalani Pengabdian Masyarakat Internasional 

Komitmen Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat terus di gencar. Hal ini dibuktikan dengan dosen Universitas PGRI Madiun yang berkunjung ke Desa Puntukdoro, Plaosan, Magetan.

Kunjungan tersebut ialah untuk memberikan ilmu terkait pembuatan pupuk hayati, biopestisida, dan probiotik untuk ternak.

Ketua TIM International Community Engagement Universitas PGRI Madiun-NEUST, Pujiati, S.Si., M.Si. mengatakan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya dosen Universitas PGRI Madiun. "Kami juga berasama tiga dosen dari NEUST Filipina, jadi ada enam dosen yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat internasional ini," jelasnya.

Pujiati juga menjelaskan program ini berlangsung mulai 12-14 Juli 2022. Tiga dosen dari Neuva Ecija University of Science and Technology (NEUST) FIilipina yaitu Jermil R. Angeles, Dr. Jomar M. Urbano, dan Mr. Arnold V. Damaso. Sedangkan dosen dari Universitas PGRI Madiun yaitu Pujiati, S.Si., M.Si., Agita Risma Nurhikmawati, S.Hum., MA., dan Sri Lestari, M.Pd. Dosen Universitas PGRI Madiun-NEUST memberikan materi terkait pembuatan pupuk hayati, biopestisida, dan probiotik berbasis kearifan lokal.

Menariknya untuk produksi pupuk menggunakan teknologi tepat guna dengan bahan yang ada di sekitar lingkungan, khususnya tanaman dengan sistem perakaran yang menunjang untuk mendapatkan mikroba potensia.

Pelaksanaan program selanjutnya, Mr. Arnold V. Damaso. memberikan materi terkait pembuatan probiotik untuk mengatasi penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang ternak sapi. Probiotik ini terbuat dari filtrasi dan fermentasi dari air cucian beras. "Ini tidak cukup hanya pemberian materi saja tetapi juga praktik langsung. Meski program ini berakhir bukan berarti lepas tangan. Hingga bulan Desember mendatang akan terus dipantau, sekaligus sebagai data riset," katanya.

Pujiati berharap masyarakat semakin sadar untuk penggunaan pupuk hayati, supaya bisa mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Apalagi pupuk kimia semakin mahal.  "Harapannya aplikasi biopestisida ini dapat dijadikan solusi ramah lingkungan dalam mengatasi hama pengganggu tanaman dan materi terkait probiotik bisa dijadikan solusi dalam menyediakan booster untuk ternak yang mulai langka karena banyaknya kasus PMK di kabupaten Magetan." Terangnya.

Pengabdian masyarakat internasional ini dilakukan secara luring dan daring dengan melibatkan 20 anggota kelompok tani Mulyo Sejati untuk kegiatan luring sedangkan secara daring melibatkan mahasiswa Universitas PGRI Madiun dan NEUST Filipina.

Pujiati mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bersumber dari pendanaan KEMENDIKBUD RISTEK Program Kompetisi Kampus Merdeka. Dengan adanya program ini para petani di desa bisa mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Baik dalam bidang pertanian maupun peternakan.

Hebatnya desa Puntukdoro menjadi desa mitra binaan Universitas PGRI Madiun sejak 2017 lalu. "Kami juga berharap dengan keterlibatan mahasiswa  dalam kegiatan ini dapat meningkatkan pemikiran kritis dalam menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan mereka," tutup Pujiati.