SAMBHASANA V PBSI UNIPMA, Kupas Bahasa & Sastra Indonesia Menuju Diplomasi Global 

Universitas PGRI Madiun— Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) membahas posisi bahasa dan sastra Indonesia di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI), kebutuhan literasi lintas budaya, dan diplomasi global melalui SAMBHASANA V, Kamis (20/8), kemarin.

Seminar yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mengangkat tema “Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai Pilar Pendidikan, Kebudayaan, dan Diplomasi Global Menuju SDGs 2030.” Forum ini mempertemukan akademisi dari Indonesia dan Thailand untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam konteks global.

Tiga narasumber hadir dalam seminar tersebut, yakni Aminoh Jehwae dari Prince of Songkla University, Thailand; Prof. Dr. Siti Isnaniah, S.Pd., M.Pd. dari UIN Raden Mas Said Surakarta; dan Dr. Ermi Adriani Meikayanti, S.Pd., M.Pd. dari Universitas PGRI Madiun.

Kepala Program Studi PBSI Universitas PGRI Madiun, Dr. Muhammad Binur Huda, M.Pd., mengatakan pembahasan tidak berhenti pada persoalan pembelajaran bahasa & sastra di kelas. “Isu yang dibahas mencakup AI dalam pendidikan, BIPA, literasi lintas budaya, serta diplomasi bahasa dan kebudayaan,” ujarnya.

Dr. Muhammad Binur Huda, M.Pd., menambahkan bahwa sastra juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antarbudaya. “Melalui karya sastra dan literasi, peserta diajak melihat bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana memahami perspektif budaya yang berbeda.” tambahnya.

Selain sesi utama, panitia menggelar presentasi makalah secara paralel melalui lima ruang breakout room. Peserta mempresentasikan dan mendiskusikan berbagai gagasan mengenai pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dari perspektif yang beragam.

Lima subtema yang dibahas meliputi sastra sebagai jembatan kerja sama internasional, inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, pemanfaatan AI dalam pendidikan, kolaborasi pendidikan dan diplomasi bahasa, serta strategi internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui BIPA.

Rangkaian pembahasan tersebut menyoroti tantangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia pada era perubahan teknologi dan meningkatnya interaksi lintas budaya. Seminar juga mengaitkan pengembangan bidang tersebut dengan agenda pencapaian SDGs 2030, khususnya melalui pendidikan dan penguatan literasi.

SAMBHASANA V pada akhirnya menjadi forum untuk membahas bagaimana bahasa dan sastra Indonesia dapat terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan pendidikan, perkembangan teknologi, serta komunikasi global.