PKKMB UNIPMA Bekali Mahasiswa Baru Adaptasi dan Beretika di Era AI 

Universitas PGRI Madiun — Sebanyak 851 mahasiswa baru Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) dibekali kemampuan beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus memahami etika penggunaan kecerdasan buatan (AI). Pembekalan tersebut menjadi bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan tema “Cendekia Generation: Berdaya Saing, Adaptif, dan Berdampak”.

Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., mengatakan dalam wawancaranya bahwa PKKMB menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal sistem pendidikan, lingkungan akademik, serta berbagai fasilitas dan layanan kampus.

“Harapannya, mahasiswa baru bisa langsung beradaptasi dengan sistem pendidikan di perguruan tinggi. Mereka juga perlu mengetahui fasilitas dan lingkungan kampus,” ujarnya, Kamis (11/9), kemarin.

Selain pengenalan akademik, mahasiswa mendapat materi tentang wawasan kebangsaan, moderasi beragama, serta pencegahan kekerasan dan perundungan. Menurut Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., pembentukan karakter perlu berjalan beriringan dengan pencapaian akademik melalui sikap tanggung jawab, kemandirian, dan kejujuran.

Perkembangan teknologi juga menjadi perhatian dalam pembekalan mahasiswa baru. Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan dan tugas perkuliahan tanpa mengabaikan norma serta etika akademik.

“AI merupakan alat untuk mempermudah pekerjaan. Tetapi penggunaannya tetap harus mematuhi norma yang berlaku. Ada etika yang harus diperhatikan sehingga teknologi tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Universitas PGRI Madiun juga mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi di luar capaian akademik, termasuk melalui sertifikasi yang sesuai dengan bidang keilmuan. Sertifikasi dinilai dapat menjadi nilai tambah ketika lulusan memasuki dunia kerja karena menunjukkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan profesi.

“Tidak hanya memiliki nilai akademik yang bagus, tetapi juga harus mempunyai kompetensi lain,” tambah Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd.

Pada hari pertama PKKMB, Senin (7/9), lalu mahasiswa mendapat materi mengenai PPLP-PT PGRI Madiun yang disampaikan Ketua PPLP-PT PGRI Madiun. Materi akademik dan riset di perguruan tinggi disampaikan Wakil Rektor I Prof. Dr. Marheny Lukitasari, M.Pd., sedangkan layanan mahasiswa disampaikan Wakil Rektor II Dr. Elva Nuraina, M.Si.

Materi character building berbasis growth mindset disampaikan Wakil Rektor III Dr. Jeffry Handhika, M.Pd., M.Si. Sementara itu, materi etika komunikasi, bijak bermedia sosial, dan kreasi konten menghadirkan Dr. Yoga Ardian Feriandi, M.Pd., serta Rihan Mustafa Z, S.E., M.Ak.

Mahasiswa juga mengikuti pengenalan lingkungan kampus yang mencakup biro, unit, dan pusat di Universitas PGRI Madiun. Materi tersebut disampaikan oleh kepala, wakil, dan staf biro, unit, serta pusat terkait.

Di sisi pengembangan institusi, Universitas PGRI Madiun tengah menjalankan seleksi mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker setelah izin penyelenggaraannya terbit. Kampus juga memproses seleksi program doktor (S3) serta mengusulkan dua dosen untuk dikukuhkan sebagai guru besar.

“Harapan terbesar kami pada 2027 terkait akreditasi. Sehingga ketika nanti menambah beberapa program studi, bisa meraih akreditasi unggul, termasuk akreditasi institusi,” pungkas Dr. H. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd.