Bakti untuk Negeri, BEM UNIPMA Dapat Penghargaan Kemanusiaan dari YDSF 

Universitas PGRI Madiun – Kiprah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) dalam kegiatan sosial mendapat apresiasi dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Madiun. BEM Universitas PGRI Madiun menerima piagam penghargaan kemanusiaan atas kontribusinya dalam aksi bakti sosial untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penghargaan tersebut diberikan setelah BEM Universitas PGRI Madiun melalui Kementerian Sosial dan Lingkungan terlibat dalam penggalangan bantuan untuk korban gempa NTT pada 23–24 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Car Free Day (CFD) Caruban dan dilanjutkan di lingkungan kampus Universitas PGRI Madiun.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghimpun bantuan dari masyarakat dan sivitas akademika. Bantuan yang diterima meliputi dana, obat-obatan, makanan instan, perlengkapan sekolah, logistik, serta kebutuhan lainnya.

Penanggung jawab kegiatan, Rachma Salsabila Rosyidah, mengatakan aksi tersebut menjadi bagian dari kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat bencana. "Penggalangan dana ini ditujukan untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur," ujar Rachma, Kamis (24/9), kemarin.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan sosial juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar perkuliahan. Proses menggalang bantuan dan berinteraksi dengan masyarakat turut melatih komunikasi, kerja sama, serta kepemimpinan.

Penghargaan dari YDSF Madiun menjadi apresiasi atas keterlibatan BEM Universitas PGRI Madiun dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Piagam itu sekaligus mencatat kontribusi mahasiswa dalam menggerakkan kepedulian sosial di lingkungan kampus dan masyarakat.

Kegiatan sosial menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai kepedulian di tengah masyarakat. Melalui aksi kemanusiaan, BEM Universitas PGRI Madiun berupaya mendorong mahasiswa agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial.

Rachma menilai dukungan lingkungan akademik turut memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman berorganisasi dan terlibat dalam kegiatan sosial.

“Ke depan, kegiatan kemanusiaan diharapkan dapat terus menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa. Tidak hanya dalam bentuk penggalangan bantuan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.” pungkasnya.