Mahasiswa Teknik Elektro UNIPMA Praktikkan Ilmu Ketenagalistrikan di Gardu Induk Ponorogo 

Universitas PGRI Madiun — Materi tentang tegangan tinggi dan transformator yang dipelajari di bangku kuliah mendapat ruang untuk diuji dalam kondisi kerja nyata. Empat mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menerapkan kompetensi tersebut selama mengikuti program magang di Gardu Induk Ponorogo.

Program magang yang berlangsung selama dua bulan, 27 Juli–27 September 2026, diikuti mahasiswa semester 6 sebagai bagian dari program kampus. Fauzan Rizal Setyawan, Wily Aditya Putra, Frengky Okta, dan Misbhakul Huda mengikuti kegiatan di bawah pendampingan Ridam Dwi Laksono, S.Si., M.Pd., selaku pembimbing dari pihak tempat magang.

Pengalaman tersebut membuat mahasiswa berhadapan langsung dengan peralatan dan kondisi yang selama ini lebih banyak dipahami melalui teori. Mereka mengikuti inspeksi harian menggunakan aplikasi Power Inspek serta mempelajari perawatan berbagai komponen dan peralatan yang digunakan dalam sistem tenaga listrik.

Mata kuliah Teknik Tegangan Tinggi dan Transformator menjadi salah satu bekal ketika mahasiswa mempelajari sistem di Gardu Induk Ponorogo. Pengetahuan tersebut membantu mereka memahami fungsi peralatan, karakteristik sistem, hingga pentingnya pemeriksaan dan pemeliharaan untuk menjaga keandalan jaringan.

"Selama magang, kami bisa melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di perkuliahan diterapkan di lapangan," ujar Fauzan, Kamis (24/9), kemarin.

Penerapan pengetahuan itu juga terlihat ketika mahasiswa menemukan persoalan yang dekat dengan kondisi jaringan di lapangan. Salah satunya potensi gangguan akibat layang-layang yang dapat mengganggu konduktor pada jaringan 20 kV untuk penyaluran listrik kepada pelanggan.

Bagi mahasiswa, kondisi tersebut memberi pemahaman bahwa sistem ketenagalistrikan tidak hanya berkaitan dengan perhitungan dan peralatan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap faktor lingkungan yang berpotensi mengganggu keandalan jaringan.

Mahasiswa juga mendapat pengalaman saat Gardu Induk Ponorogo kedatangan transformator baru jenis IBT berkapasitas 150/70 kV. Kehadiran peralatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan materi transformator yang dipelajari di kelas dengan perangkat yang digunakan dalam sistem tenaga listrik.

Selain kompetensi teknis, magang memperkenalkan mahasiswa pada prosedur kerja dan keselamatan di lingkungan gardu induk. Pengalaman tersebut turut melatih kedisiplinan, komunikasi, kerja sama tim, dan tanggung jawab yang dibutuhkan dalam pekerjaan di bidang ketenagalistrikan.

Bagi Universitas PGRI Madiun, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga mendapat gambaran mengenai standar kerja dan persoalan teknis yang dihadapi di lapangan.

Fauzan berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan studi. "Pengalaman selama magang membuat saya lebih memahami penerapan teori di lapangan dan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja," katanya.

Melalui program tersebut, mahasiswa Teknik Elektro Universitas PGRI Madiun mendapat pengalaman untuk menerjemahkan pengetahuan akademik menjadi pemahaman praktis. Dari ruang kuliah hingga gardu induk, teori yang dipelajari menjadi dasar untuk memahami bagaimana sistem tenaga listrik dijaga agar tetap berjalan dengan aman dan andal.