UNIPMA Siapkan Pasar Hewan Modern Parang, Hadapi Lonjakan Limbah Sejak Dini
Universitas PGRI Madiun – Aktivitas Pasar Hewan Modern Parang, Kabupaten Magetan, baru mencapai sekitar 30 persen. Kondisi tersebut menjadi titik awal kolaborasi Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) dan Pemerintah Kabupaten Magetan untuk menyiapkan pengelolaan limbah sejak dini melalui teknologi biogas dan mikroba.
Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) Tahun 2026 yang dijalankan Universitas PGRI Madiun bersama Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW). Memasuki tahun pertama dari rancangan tiga tahun, program diarahkan membangun sistem pengelolaan limbah yang dapat berkembang seiring meningkatnya aktivitas pasar.
Tim pelaksana terdiri atas Dr. Pujiati, M.Si. selaku ketua, Dr. drh. Cicilia Novi Primiani, M.Pd., Nurul Kusuma Dewi, S.Si., M.Sc., dari Universitas PGRI Madiun, serta Riska Andriani, M.Si., dari UNIROW.
Dr. Pujiati, M.Si., mengatakan tahap awal perkembangan pasar menjadi waktu yang tepat untuk menyiapkan sistem pengelolaan limbah. “Pasar ini baru direlokasi dan aktivitasnya masih sekitar 30 persen. Kondisi tersebut menjadi momentum untuk menyiapkan pengelolaan limbah sejak awal, sehingga ketika aktivitas pasar meningkat, sistem pengelolaannya juga dapat berkembang,” ujarnya, Kamis (27/8), kemarin.
Selain membangun instalasi, tim memperkuat kemampuan mitra melalui pelatihan. Pelatihan pengelolaan limbah digelar pada 8 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan produksi dan perbanyakan Formula Mikroba BIOFOSTIK pada 15 Agustus 2026.
“Targetnya, mitra tidak hanya menerima teknologi, tetapi juga memahami proses pengelolaan dan mampu mengoperasikannya. Karena itu, pelatihan dilakukan bersamaan dengan pengembangan instalasi,” jelas Dr. Pujiati, M.Si.
Instalasi tersebut mengolah limbah ternak menjadi biogas untuk kebutuhan memasak. Sebagian biogas juga direncanakan menggerakkan genset sebagai pendukung penerangan kawasan pasar. BIOFOSTIK digunakan untuk membantu produksi biogas dari bahan organik lainnya, sementara hasil samping pengolahan diarahkan menjadi bahan pengembangan pupuk kompos.
Program bertajuk “Bioekonomi Sirkular Berbasis Teknologi Mikroba dalam Pengelolaan Limbah Ternak pada Pengembangan Pasar Ternak Parang Kabupaten Magetan” ini berfokus pada bidang energi dan mendukung SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pelaksanaan program melibatkan pengelola Pasar Hewan Parang dan BUMDes Troscno, Parang, Magetan, dengan dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan.
Program didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat berdasarkan kontrak Kementerian–LLDIKTI Wilayah VII Nomor 210/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026.
Melalui program tiga tahun tersebut, tim menargetkan terbentuknya model pengelolaan limbah yang terintegrasi dengan energi terbarukan, teknologi mikroba, dan pemanfaatan hasil samping sehingga dapat mengikuti perkembangan Pasar Hewan Modern Parang secara berkelanjutan.




