UNIPMA Hadirkan MyWay untuk Bantu Siswa Tunanetra di Nganjuk Lebih Mandiri Bergerak
Universitas PGRI Madiun - Tim dosen Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menerapkan teknologi asistif MyWay untuk membantu siswa tunanetra di SLB Krida Utama 2 Loceret, Nganjuk, bergerak lebih mandiri. Teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu navigasi sekaligus mendukung keamanan siswa saat beraktivitas di lingkungan sekolah.
Tim pengabdian yang terdiri atas Dr. Ratih Christiana, M.Pd., Dr. Suharni, S.Pd., M.Psi., Pramudya Ardi, S.Pd., M.Pd., Vara Diva Frisca Karinma, dan Mutsaqodul Fikri, menyesuaikan penerapan MyWay dengan kebutuhan mobilitas siswa.
Ketua tim pengabdian Universitas PGRI Madiun, Dr. Ratih Christiana, M.Pd., mengatakan program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan siswa tunanetra terhadap pendampingan guru dan orang tua.
“Program ini untuk membantu siswa tunanetra dalam mobilitas agar lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pendampingan dari orang tua dan guru,” ujarnya, Kamis (27/8), kemarin.
Tim memulai program dengan melakukan koordinasi bersama pihak mitra pada 22 April, 26 April, dan 1 Juli 2026. Selanjutnya, tim menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 3 Juli untuk memetakan kebutuhan serta mengukur aksesibilitas dan mobilitas siswa tunanetra.
Sosialisasi penggunaan MyWay berlangsung pada 10 Juli dengan melibatkan guru pendamping dan perwakilan orang tua. Sebelum memasuki tahap pendampingan, tim kembali melakukan koordinasi secara daring pada 14 dan 17 Juli.
Pada 24 Juli 2026, tim memberikan pendampingan langsung kepada siswa tunanetra dalam menggunakan MyWay. Kegiatan ini juga melibatkan guru pendamping dan orang tua agar pemanfaatan teknologi sesuai dengan kebutuhan siswa sekaligus mendapat dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) mobilitas dan keamanan teknologi asistif pada 7 Agustus 2026. SOP tersebut menjadi pedoman bagi sekolah dalam menggunakan MyWay secara aman dan konsisten.
Program bertajuk “Implementasi MyWay sebagai Alat Bantu Navigasi dan Sistem Keamanan bagi Siswa Tunanetra di Sekolah Luar Biasa” itu merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Dr. Ratih Christiana, M.Pd., berharap pemanfaatan MyWay dapat berlanjut dan memberi manfaat lebih luas bagi siswa tunanetra di sekolah lain.
“Harapannya, program ini bisa terus konsisten dilakukan dan alat tersebut dapat dimanfaatkan juga untuk siswa tunanetra di SLB yang lain,” ujarnya.




