Yudisium FKIP UNIPMA Lahirnya Generasi Pendidik dan Profesional Masa Depan
Universitas PGRI Madiun – Ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) resmi melaksanakan yudisium di Graha Cendekia Universitas PGRI Madiun, Kamis (27/8), kemarin.
Yudisium diikuti mahasiswa dari 13 program studi (prodi) di lingkungan FKIP. Mereka berasal dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Sejarah, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Biologi, Pendidikan Teknik Elektro (PTE), dan Pendidikan Fisika.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., Dekan FKIP Dr. Muh. Waskito Ardhi, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran pimpinan fakultas.
Dalam sambutannya, Dr. Muh. Waskito Ardhi, S.Pd., M.Pd., mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. “Bersyukurlah dan berbanggalah kepada orang tua dan para dosen. Walaupun sudah lulus, semua dosen adalah orang tua kalian,” ujarnya.
Beliau juga meminta lulusan berani berkarya di mana pun berada. Lingkungan baru setelah lulus, kata dia, dapat menjadi ruang bagi alumni untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah.
Sementara itu, Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., berpesan agar lulusan menggunakan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Gunakan ilmu untuk berkarya dan berdampak. Setelah ini harus bisa mandiri dengan ilmu yang diperoleh,” ujarnya.
Rangkaian yudisium juga ditandai dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) kepada peserta. Dokumen tersebut menjadi bukti resmi kelulusan sebelum mahasiswa mengikuti wisuda, memasuki dunia kerja, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Salah satu lulusan dari Prodi PBSI, Mochammad Baqi Wahyu Saputra, mengatakan yudisium menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan pendidikan yang telah ditempuh selama kuliah.
Menurut Baqi, masa perkuliahan tidak hanya memberinya pengalaman akademik. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi di tingkat kampus, fakultas, dan program studi turut menjadi bekal menghadapi lingkungan kerja.
“Selama kuliah, saya tidak hanya berkuliah, tetapi juga mengikuti berbagai organisasi. Hal tersebut menjadikan lebih siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya,” katanya.
Setelah memperoleh gelar sarjana, Baqi berharap pendidikan yang ditempuh dapat menjadi bekal untuk melanjutkan studi ataupun memasuki tahap baru dalam kehidupan profesional.
“Semoga dengan diperolehnya gelar S1 ini menjadi bekal atau batu loncatan untuk menempuh pendidikan lanjutan ataupun menorehkan cerita masing-masing,” ujarnya.
FKIP Universitas PGRI Madiun juga tetap menjaga komunikasi dengan para lulusan melalui Ikatan Keluarga Alumni (IKA). Keberadaan wadah tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempertahankan hubungan antara fakultas dan alumni setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.



