Transformasi Digital Kehutanan: UNIPMA dan CDK Madiun Kembangkan Sistem Monitoring Hasil Tani Hutan
Universitas PGRI Madiun — Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun berkolaborasi dalam pengembangann aplikasi digital untuk mempermudah monitoring hasil tani hutan. Sistem tersebut menghubungkan pelaporan petani dan kelompok tani hutan (KTH) melalui WhatsApp dan chatbot dengan dasbor untuk pengelolaan data kehutanan.
Pengembangan aplikasi tersebut dilakukan pada Senin (14/9), kemarin untuk identifikasi kebutuhan dan menjawab persoalan luasnya wilayah binaan, banyaknya KTH dan petani, serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) penyuluh. Data pelaporan hasil tani hutan dari lapangan dapat divalidasi dan disimpan dalam basis data, kemudian ditampilkan melalui dasbor untuk mendukung monitoring, pelaporan, evaluasi, dan pengambilan keputusan.
Ketua tim peneliti Universitas PGRI Madiun, Hani Atun Mumtahana, M.Kom., dari Program Studi Sistem Informasi, mengatakan aplikasi dirancang sebagai platform digital terintegrasi yang menyesuaikan kebutuhan pengguna di lapangan.
“Data dari lapangan dilaporkan oleh petani dengan pemilihan teknologi yang mudah yaitu melalui pesan WhatsApp dengan format yang telah ditentukan, sehingga data dapat diklasifikasikan, divalidasi oleh penyuluh, dan disimpan secara terstruktur sebelum ditampilkan dalam bentuk informasi melalui dasbor monitoring,” ujarnya.
Tim peneliti juga melibatkan Noordin Asnawi, M.Kom., dari Program Studi Sistem Informasi dengan bidang keahlian Data Science; Yessi Yunitasari, S.Kom., M.Cs., dari Program Studi Teknik Informatika dengan bidang keahlian Machine Learning; serta Elana Era Yusdita, S.E., M.S.A., dari Program Studi Pendidikan Akuntansi dengan bidang Sistem Informasi Akuntansi.
Keterlibatan lintas bidang tersebut memadukan pengembangan teknologi, pengolahan data, dan kebutuhan pengelolaan informasi dalam satu solusi digital. Bagi Universitas PGRI Madiun, pengembangan ini juga menjadi ruang penerapan keilmuan sivitas akademika pada persoalan nyata yang dihadapi mitra.
Melalui aplikasi, petani dan KTH dapat menyampaikan informasi kegiatan dan hasil kehutanan melalui WhatsApp dan chatbot. Data tersebut kemudian dikelola dalam sistem sehingga penyuluh dan CDK dapat mengakses informasi sesuai hak masing-masing untuk mendukung monitoring, penyusunan laporan dan mendukung pengambilan keputusan untuk pemetaan produktivitas wilayah. Selain itu, dampak positif dapat dirasakan bagi dunia Industri Kecil dan Menengah untuk mendapatkan informasi data hasil tani hutan secara realtime sebagai penunjang bahan pokok produksi.
Kepala CDK Wilayah Madiun, Dwijo Saputro, S.Hut., M.P., mengatakan digitalisasi diperlukan untuk mendukung pengelolaan data di tengah luasnya wilayah kerja.
“Dengan semakin luasnya jangkauan wilayah binaan dan keterbatasan SDM, sangat diperlukan digitalisasi dalam pelaporan dan pengolahan data,” ujarnya.
Ke depan, aplikasi diarahkan berkembang menjadi platform kehutanan terintegrasi yang mencakup pengelolaan data petani dan KTH, pemetaan berbasis sistem informasi geografis (GIS), penyuluhan, analisis data, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Bagi Universitas PGRI Madiun, inovasi tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan sekaligus penerapan teknologi untuk kebutuhan nyata. Pengembangannya juga diarahkan mendukung SDGs 9 melalui pengembangan infrastruktur dan inovasi berbasis teknologi.



