AMPIBI UNIPMA Ajarkan Siswa SMAN 1 Kawedanan Membuat Hand Sanitizer dari Lidah Buaya 

Universitas PGRI Madiun — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengajarkan siswa SMAN 1 Kawedanan, Magetan, membuat hand sanitizer berbahan lidah buaya. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program AMPIBI Goes to School yang digelar Selasa (11/8), kemarin.

Kegiatan Divisi Litbang Asosiasi Mahasiswa Pendidikan Biologi (AMPIBI) tersebut memadukan pengenalan perguruan tinggi dengan praktik. Siswa mendapatkan informasi mengenai Universitas PGRI Madiun dan Program Studi Pendidikan Biologi sekaligus mengikuti proses pembuatan hand sanitizer secara langsung.

Kegiatan didampingi Kepala Program Studi Pendidikan Biologi Nurul Kusuma Dewi, S.Si., M.Sc., bersama Dr. Pujiati, S.Si., M.Si., Ir. Ani Sulistyarsi, M.M., M.Si., Sri Utami, S.Pd., M.Pd., Dr. drh. C. Novi Primiani, M.Pd., Prof. Dr. Marheny Lukitasari, M.Pd., Dr. Muh. Waskito Ardhi, S.Pd., M.Pd., Joko Widiyanto, S.Pd., M.Pd., dan Drs. R. Bekti Kiswardianta, M.Pd.

Rombongan AMPIBI diterima Kepala SMAN 1 Kawedanan Dasar Darminto, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran guru. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan tambahan wawasan dan pengalaman praktik kepada siswa.

“Kegiatan seperti ini memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi siswa. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan,” ujar Dasar Darminto, S.Pd., M.Pd.

Mita Ayu Elok Nur’Aini selaku ketua pelaksana dalam wawancaranya mengatakan AMPIBI Goes to School merupakan program kerja rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan sasaran sekolah yang berbeda. Hal itu dilakukan agar kegiatan dapat menjangkau lebih banyak siswa.

“AMPIBI Goes to School merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan sasaran sekolah yang berbeda,” ujar Mita.

Kegiatan diawali dengan pengenalan Universitas PGRI Madiun dan Program Studi Pendidikan Biologi, kemudian dilanjutkan pelatihan pembuatan hand sanitizer. Materi disampaikan Chendykia Ansaulina, mahasiswa Pendidikan Biologi, yang menjelaskan tahapan pembuatan serta manfaat lidah buaya.

Siswa kemudian mengikuti praktik secara langsung sehingga memperoleh pengalaman dalam memanfaatkan bahan alami dan memahami proses pembuatan produk yang diperkenalkan.

Mita menegaskan kegiatan tersebut merupakan program kerja mahasiswa, bukan hibah pengabdian kepada masyarakat dari dosen. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan mendapat pendampingan dari dosen Program Studi Pendidikan Biologi.

“Kegiatan AMPIBI Goes to School diharapkan terus berlanjut setiap tahun dan menjangkau sekolah-sekolah lain,” pungkas Mita.