Inovasi SignAI MathVision (SIGMA) Karya Mahasiswa Pendidikan Matematika UNIPMA untuk SLB Siwi Mulia Madiun 

Universitas PGRI Madiun- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengembangkan SignAI MathVision (SIGMA), media pembelajaran matematika berbasis kecerdasan buatan (AI) dan bahasa isyarat untuk membantu siswa tunawicara di SLB Siwi Mulia Madiun.

Inovasi tersebut dikembangkan Tim SignAI MathVision (SIGMA) yang beranggotakan Ailsa Fitri Lituhayu sebagai ketua, bersama Nastiti C, Zhakina A, Anharu T, dan Frengky A. Tim tersebut mendapat pembinaan dari Dr. Edy Suprapto, M.Pd.

Ailsa selaku ketua tim dalam wawancaranya mengatakan SIGMA memadukan teknologi AI dengan bahasa isyarat untuk mendukung proses pembelajaran matematika. Bahasa isyarat digunakan untuk menjembatani komunikasi antara guru dan siswa sehingga materi matematika diharapkan lebih mudah dipahami.

“SIGMA menggabungkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan bahasa isyarat,” kata Ailsa, Kamis (13/8), kemarin.

Program ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang didanai DPPM Kemdiktisaintek Republik Indonesia. Pelaksanaannya difokuskan pada pendampingan pembelajaran matematika bagi siswa tunawicara di SLB Siwi Mulia Madiun.

Menurut Ailsa, SIGMA dikembangkan dari hasil riset untuk menjawab keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang masih dominan menggunakan komunikasi verbal. Karena itu, tim merancang pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan bahasa isyarat agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa tunawicara.

Kegiatan tersebut juga melibatkan guru dan orang tua sebagai bagian dari lingkungan belajar siswa. Pemanfaatan SIGMA diharapkan dapat membantu siswa memahami materi matematika sekaligus mendukung komunikasi selama proses pembelajaran.

“Harapan kami, SIGMA dapat menjadi salah satu solusi pembelajaran yang membantu siswa tunawicara dalam memahami matematika dan berkomunikasi selama proses pembelajaran,” ujar Ailsa.

Tim berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan lebih luas untuk mendukung pembelajaran matematika yang inklusif. Program ini sekaligus menjadi bagian dari pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.