Program S3 Pendidikan UNIPMA Resmi Dibuka, Mendiktisaintek Tekankan Riset yang Menjawab Kebutuhan Daerah
Universitas PGRI Madiun- Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) resmi membuka Program Studi Pendidikan Program Doktor (S3) setelah menerima izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Salinan Surat Keputusan (SK) Nomor 677/B/O/2026 diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., di Graha Cendekia, Sabtu (11/7), kemarin.
Penyerahan izin tersebut turut disaksikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., jajaran senat, kepala lembaga, serta ratusan dosen dan tenaga kependidikan.
Usai kegiatan, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan pembukaan Program Doktor menjadi langkah penting bagi pengembangan Universitas PGRI Madiun. Namun, menurutnya, izin operasional harus diikuti dengan komitmen untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
"Saya melihat manajemen internal, fasilitas, dan sarana prasarana di Universitas PGRI Madiun sudah baik. Tinggal bagaimana yayasan dan rektorat terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen agar kualitas program doktor ini semakin kuat," ujarnya.
Selain penguatan akademik, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., meminta agar Program Doktor Universitas PGRI Madiun mengarahkan riset mahasiswa pada persoalan yang dihadapi masyarakat. Hal itu sejalan dengan kebijakan Kampus Berdampak yang saat ini menjadi fokus Kemdiktisaintek.
"Disertasi mahasiswa jangan berhenti sebagai dokumen akademik. Penelitian harus mampu menjawab persoalan nyata di daerah, mulai dari pengelolaan sampah, penataan kota, hingga peningkatan kualitas guru di Kota Madiun dan sekitarnya," tambahnya.
Menanggapi arahan tersebut, Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., menyatakan Universitas PGRI Madiun siap menjalankan amanah penyelenggaraan Program Studi S3 Pendidikan dengan terus memperkuat kualitas dosen dan tata kelola institusi.
Menurut Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., peningkatan kompetensi dosen telah menjadi komitmen kampus sejak beberapa tahun terakhir. Karena itu, Universitas PGRI Madiun secara konsisten mengalokasikan anggaran internal untuk membiayai studi doktor bagi dosen yang belum memperoleh beasiswa pemerintah.
"Setiap tahun kami menyiapkan anggaran agar dosen dapat melanjutkan studi doktor, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan beasiswa. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas akademik Universitas PGRI Madiun," ungkapnya.
Beliau menilai kehadiran Program Studi S3 Pendidikan akan memperkuat posisi Universitas PGRI Madiun dalam menghadapi persaingan antarperguruan tinggi. Dengan bertambahnya dosen berkualifikasi doktor serta penguatan tata kelola, kampus optimistis dapat meningkatkan daya saing dalam berbagai program strategis maupun hibah yang diselenggarakan pemerintah.
"Program doktor ini menjadi modal penting bagi Universitas PGRI Madiun untuk terus berkembang. Kami ingin menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat," Pungkas Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd.
Saat ini, pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun Akademik 2026/2027 telah resmi dibuka. Informasi lengkap mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram @unipma_pmb, laman resmi www.unipma.ac.id, maupun dengan datang langsung ke Biro PMB Kampus 1 Jalan Setiabudi No. 85 Madiun dan Kampus 2 Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi.



