Wagub Papua Barat Hadiri PKKMB UNIPMA, Tekankan Mulianya Profesi Guru
Universitas PGRI Madiun — Wakil Gubernur Papua Barat Ahmad Nausrau hadir dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), Kamis (10/9), kemarin. Di hadapan mahasiswa baru, Lakotani menyoroti pentingnya profesi guru dan menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan serta prestasi yang telah dicapai Universitas PGRI Madiun.
Ahmad Nausrau menilai mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang kependidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus. “Menjadi guru adalah posisi yang mulia,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan kesannya terhadap Universitas PGRI Madiun setelah melihat berbagai capaian yang dimiliki perguruan tinggi tersebut. “Universitas PGRI Madiun memiliki banyak prestasi yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Kehadiran Ahmad Nausrau berlangsung bersamaan dengan PKKMB hari keempat yang mengarahkan mahasiswa baru untuk mengenal fakultas dan program studi secara lebih dekat. Kegiatan digelar di lingkungan fakultas masing-masing dengan melibatkan dekan, kepala program studi, dan dosen.
Mahasiswa baru mendapat informasi mengenai karakteristik bidang keilmuan, sistem perkuliahan, tata kelola akademik, fasilitas, hingga lingkungan belajar di fakultas. Pengenalan tersebut menjadi tahap lanjutan setelah mahasiswa mengikuti rangkaian pengenalan kehidupan kampus secara umum.
Selain agenda fakultas, mahasiswa baru yang terpilih sebagai perwakilan mengikuti Gladi Persiapan Ajang Kreativitas Mahasiswa (AKM) di Graha Cendekia. Mereka mempersiapkan penampilan seni yang akan ditampilkan dalam pentas inagurasi.
Pada hari keempat PKKMB, mahasiswa baru tersebar di lima fakultas. Fakultas Teknik diikuti 119 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 334 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 226 mahasiswa, Fakultas Hukum 57 mahasiswa, serta Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains 40 mahasiswa.
Pesan Ahmad Nausrau mengenai profesi guru menjadi bagian dari rangkaian PKKMB yang mempertemukan mahasiswa baru dengan berbagai perspektif mengenai pendidikan. “Menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang menjalankan tanggung jawab dalam membentuk generasi,” pungkasnya.



