Belajar Konservasi Secara Nyata! Mahasiswa Pendidikan Biologi UNIPMA Praktik Langsung di Taman Nasional Baluran 

Universitas PGRI Madiun- Belajar tentang konservasi ternyata tidak harus selalu dilakukan lewat buku atau presentasi di ruang kuliah. Mahasiswa Semester 6 Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) justru menghabiskan waktu belajar mereka di tengah bentang alam Taman Nasional Baluran, Banyuwangi, Selasa (7/7), kemarin.

Melalui mata kuliah Biologi Konservasi yang diampu Nurul Kusuma Dewi, S.Si., M.Sc., mahasiswa diajak mengamati langsung kehidupan satwa liar, mengenali berbagai tipe ekosistem, hingga mempelajari pengelolaan kawasan konservasi. Selama kegiatan, mereka didampingi laboran Biologi Universitas PGRI Madiun, Zainal Arifin, S.Pd., yang membimbing proses observasi, pencatatan data, dan analisis lapangan.

Mahasiswa juga mendapat pendampingan langsung dari pemandu (guide) Taman Nasional Baluran, Trio Nanda Putra dan Muhammad Yunus, yang memberikan penjelasan mengenai karakteristik kawasan, habitat satwa, serta praktik pengelolaan konservasi di lapangan.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi kesempatan melihat langsung objek yang selama ini hanya dipelajari melalui buku dan materi kuliah. Hamparan savana, hutan musim, hutan pantai, hingga hutan evergreen menjadi laboratorium alami untuk memahami keanekaragaman hayati.

Zainal Arifin, S.Pd., menjelaskan, kuliah lapangan ini bertujuan mengenalkan mahasiswa pada pengelolaan kawasan konservasi sekaligus mempertemukan mereka dengan satwa-satwa yang dilindungi di habitat aslinya.

"Mahasiswa belajar mengenali satwa seperti rusa, banteng jawa, kerbau liar, dan merak secara langsung di alam bebas. Mereka juga mempelajari perilaku satwa, misalnya rusa yang melumuri tubuhnya dengan lumpur dan rumput ketika memasuki musim kawin," ujarnya.

Tidak hanya mengamati satwa, mahasiswa juga melakukan identifikasi vegetasi pada berbagai tipe ekosistem menggunakan metode pengamatan yang biasa diterapkan dalam penelitian ekologi. Kegiatan tersebut melatih kemampuan observasi, pencatatan data, hingga analisis keanekaragaman hayati yang menjadi kompetensi penting bagi calon pendidik biologi.

Ketua Kelas Semester 6 Pendidikan Biologi Universitas PGRI Madiun, Indah Khairunisa, mengatakan kuliah lapangan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan perkuliahan di kelas.

"Dengan kegiatan ini kami lebih memahami bagaimana kawasan konservasi dikelola. Harapannya, ke depan kami bisa mempelajari biologi lebih dalam karena pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga langsung di lapangan," ujar Indah.

Menurut Indah, suasana belajar di Baluran juga membuat proses pembelajaran terasa lebih menarik karena mahasiswa dapat menikmati lanskap alam sambil melakukan pengamatan.

"Belajar di Baluran sangat menyenangkan. Selain memahami kawasan konservasi, kami juga bisa menikmati pemandangan dengan latar Gunung Ijen, Gunung Raung, Gunung Meranti, dan Gunung Baluran. Pengalaman seperti ini membuat materi kuliah lebih mudah dipahami," ujarnya.

Selain memperkuat pemahaman akademik, kuliah lapangan ini juga melatih mahasiswa bekerja sama dalam tim, berkoordinasi saat pengambilan data, serta beradaptasi dengan kondisi lapangan. Melalui pengalaman belajar langsung di alam, mahasiswa tidak hanya memahami konsep konservasi, tetapi juga melihat bagaimana ilmu biologi diterapkan dalam menjaga kelestarian ekosistem.

Saat ini, pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun Akademik 2026/2027 telah resmi dibuka. Informasi lengkap mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, laman resmi www.Universitas PGRI Madiun.ac.id, maupun dengan datang langsung ke Biro PMB Kampus 1 Jalan Setiabudi No. 85 Madiun dan Kampus 2 Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi.