Komoditas Lokal Warnai Selebrasi Sidang Skripsi Mahasiswa UNIPMA, Hadirkan Apresiasi Bernilai Simbolis 

Universitas PGRI Madiun- Suasana pelataran Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) dipenuhi mahasiswa yang merayakan kelulusan usai menjalani sidang skripsi, Jumat (10/7), kemarin. Beragam bentuk selebrasi dilakukan sebagai ungkapan syukur, mulai dari pemberian buket bunga hingga hadiah yang tidak biasa berupa ayam, bebek, burung dara, kelapa muda, bumbu dapur, dan hasil bumi.

Tradisi tersebut menjadi pemandangan yang menarik di lingkungan kampus. Sesaat setelah keluar dari ruang sidang, para mahasiswa disambut teman, pasangan, dan rekan seangkatan yang memberikan ucapan selamat serta mengabadikan momen melalui foto dan video.

Salah satu mahasiswa yang menerima hadiah unik ialah Anang Adiwijaya dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ia mendapatkan buket berisi ayam, bebek, burung dara, dan kelapa muda dari teman-temannya sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya menyelesaikan sidang skripsi.

Anang mengaku lega setelah menyelesaikan rangkaian penyusunan skripsi yang telah dijalani selama beberapa bulan. Menurutnya, tantangan terbesar selama penelitian adalah menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kebutuhan masyarakat.

“Sidang ini menjadi tahapan penting setelah melalui proses penelitian, penyusunan skripsi, revisi, serta berbagai tantangan selama masa perkuliahan. Kehadiran teman-teman dalam perayaan ini membuat momen tersebut semakin berkesan," ujarnya.

Ia menilai hadiah berupa unggas, kelapa muda, dan berbagai komoditas lokal bukan sekadar bentuk perayaan, tetapi juga memiliki makna simbolis. Menurutnya, komoditas tersebut menggambarkan bekal untuk memasuki kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan sekaligus mencerminkan potensi sumber daya yang dimiliki masyarakat.

"Ilmu yang diperoleh selama kuliah diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat diterapkan untuk memberikan dampak kepada masyarakat," tambahnya.

Selebrasi serupa juga dirasakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Haya Nada. Ia menerima hadiah berupa satu paket bumbu dapur lengkap dari teman-temannya setelah menyelesaikan sidang skripsi.

Menurut Haya, hadiah tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan selama menempuh pendidikan sekaligus ungkapan terima kasih antarteman.

"Hadiah di momen sidang skripsi merupakan bentuk rasa bangga dan terima kasih kepada seseorang. " ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Mohammad Baqi, mengaku lega setelah berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan dosen penguji. Ia mengatakan sidang skripsi menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan yang akan digunakan dalam penyempurnaan skripsi.

"Melalui sidang ini saya mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki," katanya.

Fenomena pemberian hadiah berupa komoditas lokal dalam selebrasi sidang skripsi kini semakin sering dijumpai di lingkungan Universitas PGRI Madiun. Selain menghadirkan suasana yang berbeda, tradisi tersebut mencerminkan kreativitas mahasiswa serta kedekatan dengan nilai-nilai lokal di tengah perkembangan budaya digital.

Bagi para mahasiswa, selebrasi tersebut bukan hanya menjadi penanda selesainya proses akademik, tetapi juga awal untuk memasuki dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat. Mereka berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Saat ini, pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun Akademik 2026/2027 telah resmi dibuka. Informasi lengkap mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, laman resmi www.Universitas PGRI Madiun.ac.id, maupun dengan datang langsung ke Biro PMB Kampus 1 Jalan Setiabudi No. 85 Madiun dan Kampus 2 Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi.