Mahasiswa Manajemen UNIPMA Perkuat Layanan Digital UMKM dan Koperasi Madiun
Universitas PGRI Madiun — Dua mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), Sherly Candradewi dan Santana Marshanda, ikut mendukung penguatan layanan digital bagi pelaku UMKM dan koperasi di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (DISNAKER) Kota Madiun. Sherly mendampingi pelaku UMKM memanfaatkan aplikasi UMKM Kota Madiun dan Silaku POS, sementara Santana mengolah edukasi perkoperasian untuk disebarluaskan melalui media sosial.
Keduanya menjalankan peran tersebut melalui program magang di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Madiun pada 22 Juli hingga 22 September 2026. Selama kegiatan, keduanya mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas PGRI Madiun, Ririh Anggraini Setyahety, S.E., M.M.
Di bidang UMKM, Sherly turun langsung mendampingi pelaku UMKM binaan dalam menggunakan layanan digital yang disediakan pemerintah. Ia juga terlibat dalam monitoring UMKM, pelayanan administrasi masyarakat, serta pelaksanaan bazar.
Tidak hanya mendampingi secara langsung, Sherly turut menyiapkan informasi untuk kegiatan Sertifikasi Halal UMKM dan Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM di Era Digital. Materi tersebut ia olah mulai dari pencarian bahan, penyusunan konsep, editing, dokumentasi, hingga publikasi.
“Selama magang, kegiatan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan pembuatan konten, tetapi juga membantu pendampingan dan pelayanan kepada pelaku UMKM,” ujar Sherly, Senin (7/9), kemarin.
Sementara itu, Santana berkontribusi dalam memperluas penyebaran informasi perkoperasian melalui kanal digital. Ia menyusun materi edukasi, memeriksa informasi, melakukan editing, serta menyiapkan konten untuk dipublikasikan melalui media sosial instansi.
Ia juga mendokumentasikan berbagai kegiatan di bidang koperasi, termasuk pengarahan perizinan Izin Usaha Simpan Pinjam bagi Koperasi Simpan Pinjam Wanita se-Kota Madiun serta Tasyakuran Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 dan santunan anak yatim piatu.
“Selama magang, prosesnya tidak hanya membuat materi, tetapi juga belajar bagaimana mengolah informasi, mendokumentasikan kegiatan, sampai menyampaikan informasi melalui media sosial,” ujar Santana.
Selain menjalankan tugas di bidang UMKM dan koperasi, Sherly dan Santana turut membantu pekerjaan administrasi, termasuk penyusunan dokumen RAR e-purchasing 2026.
Keterlibatan keduanya menunjukkan bahwa pengalaman magang tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik. Kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan langsung untuk mendukung kebutuhan pelayanan publik, mulai dari pendampingan digital bagi pelaku UMKM hingga penyebaran informasi perkoperasian.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa juga memiliki ruang untuk mengasah kemampuan komunikasi, pengelolaan informasi, pelayanan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai bekal menghadapi dunia kerja.




