Dosen PBSI UNIPMA Jadi Pembicara NGONTRAS 59, Bahas Nilai Budaya hingga Rekontekstualisasi Tradisi Lisan
Universitas PGRI Madiun- Yunita Furinawati, S.Hum., M.A., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), menjadi pembicara dalam Ngobrol Nasional Metasastra (NGONTRAS) #59 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (25/7), kemarin.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Jember bekerja sama dengan Universitas PGRI Madiun, Universitas Jember, dan Universitas Muhammadiyah Jember itu mengangkat tema "Sastra Anak: Dari Tradisi Lisan, Menuju Menulis Kreatif".
Pada kesempatan tersebut, Yunita Furinawati, S.Hum., M.A., memaparkan materi bertajuk "Tradisi Lisan dalam Perspektif Sastra Anak: Menimbang Nilai Budaya, Kekerasan Simbolik, dan Strategi Rekontekstualisasi". Materi tersebut menyoroti pentingnya mengkaji kembali tradisi lisan sebagai bagian dari sastra anak agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
"Tradisi lisan menyimpan banyak nilai budaya yang penting diwariskan kepada anak. Isi cerita perlu ditelaah secara kritis supaya tidak lagi menghadirkan kekerasan simbolik yang kurang sesuai dengan perkembangan anak masa kini," ujarnya.
Ia menjelaskan, rekontekstualisasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya tanpa menghilangkan fungsi edukatif cerita rakyat. Melalui penyesuaian konteks, tradisi lisan tetap dapat menjadi media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak saat ini.
"Rekontekstualisasi bukan berarti mengubah identitas tradisi lisan, melainkan menghadirkannya kembali dalam bentuk yang lebih relevan, aman, dan tetap bermakna bagi anak," tambahnya.
Diskusi nasional ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai pengembangan sastra anak sekaligus mendorong lahirnya karya kreatif yang berakar pada tradisi lisan. Kegiatan juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat melalui penyebarluasan pengetahuan kepada generasi muda.
NGONTRAS 59 dipandu oleh Monica Ayunda Hapsari dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Madiun sebagai pewara, sedangkan Dina Merdeka Citraningrum, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Jember bertindak sebagai moderator. Forum ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan pemerhati sastra untuk memperdalam kajian sastra anak dalam perspektif akademik.
Sebagai informasi, Universitas PGRI Madiun juga telah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun Akademik 2026/2027. Informasi mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dapat diperoleh melalui akun Instagram @unipma_pmb, laman www.unipma.ac.id, atau Biro PMB Kampus 1 di Jalan Setiabudi No. 85 Madiun serta Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi.



